CRITICAL PERIOD OF RED ONION (Allium ascalonicum L.) VARIETY SUMBU MARAPI DUE TO COMPETITION WITH WEEDS ON GROWTH AND YIELD

Authors

  • Netti Herawati
  • Auzar Syarif Universitas Andalas
  • Widya Ningsih Universitas Andalas

DOI:

https://doi.org/10.25077/jijcs.v8i1.193

Keywords:

competition, period, Shallots, weeds, yield

Abstract

Red onion is one of the leading horticultural commodities and is in high demand by the Indonesian people. Efforts to increase red onion production include the use of superior varieties and improvements in cultivation techniques. The Sumbu Merapi variety is one of the exceptional local varieties of West Sumatra. External factors influencing reduced onion production include Plant Pests and Diseases (PPD), one of which is weeds. The presence of weeds significantly affects the quantity and quality of red onions. This study aims to determine the critical growth period of the Sumbu Merapi red onion variety when competing with weeds, affecting growth and yield. The study was conducted from April to July 2024 at the Experimental Garden and Seed Technology Laboratory of the Faculty of Agriculture, University of Andalas. The experimental design used was a Randomized Block Design (RBD) with treatments involving several weed-free periods, consisting of six levels: weed-free period 0-20 HST, weedy-free period 20-40 HST, weedy-free period 20-60 HST, weedy-free period 0-40 HST, weedy-free period 40-60 HST, and weedy-free period until harvest. The data obtained were analyzed using analysis of variance at a 5% significance level. If the analysis results were significantly different, they were followed up with a Least Significant Difference (LSD) test at a 5% significance level. The results showed that the critical period for the growth and yield of Sumbu Marapi onion plants competing with weeds occurred 20-40 days after planting (DAP).

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdillah M. G, Purnawanto A. M., Budi G. P. (2016). Periode Kritis Tanaman Bawang Merah Varietas Bima (Allium ascalonicum L.) terhadap Persaingan Gulma. AGRITECH. XVIII(1):30–38.

Aisyah, S. Y. N., & Nugroho, A. (2019). Periode Kritis Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merril) Varietas Grobogan pada Persaingan Dengan Gulma Critical Period of Soybean (Glycine max (L.) Merril) Grobogan Varieties in Competition with Weeds. Jurnal Produksi Tanaman, 7(11), 2135-2143.

Alipour, A., Karimmojeni, H., Zali, A. G., Razmjoo, J., & Jafari, Z. (2022). Weed management in Allium hirtifolium L. production by herbicides application. Industrial Crops and Products, 177, 114407.

Badan Pangan Nasional (Bapanas), (2024) diakses dari https://badanpangan.go.id/ menjaga - stabilitas - pasokan harga - pangan - di - masa - perayaan - nataru -2024 pada tanggal 21 Agustus 2024 jam

08.30 WIB.

Badan Pusat Statistik (BPS). (2024). Buku 1 Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Indonesia Berdasarkan Hasil Susenas September 2021. BPS RI.

Badan Pusat Statistik (BPS). (2024). Produksi Tanaman Sayuran dan Luas Panen Tanaman Sayuran. Kementrian Pertanian Republik Indonesia. https://www.bps.go.id/indicator/55/61/1/produksi- tanaman-sayuran.html. (diakses 29 September 2024).

Badan Pusat Statistik. (2018). Distribusi Perdagangan Komoditas Bawang Merah Indonesia Tahun 2018. Bhullar, M. S., & Ranjha, M. M. A. (2015). Weed Management in Agriculture. Journal of

Agricultural Science and Technology, 17(3), 15- 30.

Bhullar, M.S., Tarundeep K., Simerjeet K. and R. Yadav. 2015. Weed Management in Vegetable and Flower Crop-Based Systems. Indian J. of Weed Sci 47(3): 277-287.

Dewi, N. (2012). Untung Segunung Bertanam Aneka Bawang. Pustaka Baru Press.

Dinata, A. Sudiarso, dan H. T. Sebayang. (2017). Pengaruh waktu dan metode pengendalian gulma terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung (Zea Mays L.). J. Protan. 5(2) : 192

Eleni, W. (2013). Pengaruh Kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit Pada Pertumbuhan dan Hasil Kacang Tanah. [skripsi]. Program Studi Agroekoteknologi Fakultas Pertanian, Universitas Tamansiswa, Padang.

Fachrul, M. F. (2007). Metode Sampling Bioekologi.

Penerbit Bumi Aksara. Jakarta.

Fadhillah, G. I., Baskara, M., & Sebayang, H. T. (2018). Pengaruh Waktu Pengendalian Gulma pada Monokultur dan Tumpangsari Tanaman Jagung (Zea mays L.) Dan Kacang Tanah (Arachis Hypogea L.). Jurnal Produksi Tanaman, 6(1), 38- 46.

Gumelar, A. I., & Saputra, F. A. (2021). Penentuan Periode Kritis Tanaman Bawang Merah (Allium cepa var. aggregatum L.) Akibat Persaingan Dengan Gulma di Kabupaten Subang. Media Pertanian, 6(1).

Hapsoh. H dan Yaya. (2011). Budidaya Bawang Merah.

Medan. USU Press.

Harahap, W. U. (2022). Identifikasi Jenis dan Nilai Summed Dominance Ratio (SDR) Gulma di Lahan Kering. RADIKULA: Jurnal Ilmu Pertanian, 1(1), 20-25.

Harso, T. (1994). Dasar-Dasar Perlindungan Tanaman. Yogyakarta: UGM Press. 362 hlm. https://extensionpublications.unl.edu/assets/pdf/ec 3020.pdf. diakses tanggal 25 Agustus 2024

Jamilah. (2013). Pengaruh Penyiangan Gulma dan Sistim Tanam Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Padi Sawah (Oryza sativa L.). Jurnal Agrista. 17(1): 28-35.

Jody Moenandir. (1985). Weed Control as A Science.

John Wiley and Sond Inc. New York.

Jumatang, Elis Tambaru, & Masniawati, A. (2020). Identifikasi Gulma Di Lahan Tanaman Talas Jepang Colocasia esculenta L. Schott var. Antiquorum Di Desa Congko Kecamatan Marioriwawo Kabupaten Soppeng. Jurnal Biologi Makasar, 5(1), 69–78. diakses tanggal 22 Juli

2021.

Kartinaty, T., Hartono, H., & Serom, S. (2019). Penampilan Pertumbuhan Dan Produksi Lima Varietas Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) di Kalimantan Barat. Buana Sains, 18(2), 103-108.

Kastanja, A. Y. (2015). Jenis dan Dominasi Gulma pada Lahan Jagung Manis (Studi Kasus di Kecamatan Tobelo). Jurnal Agroforestri. 10(1).

Kementrian Pertanian. (2017). Bertanam Bawang Merah Tak Kenal Musim. Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian. Jakarta. IAARD press.

Korav, S., Dhaka A. K., Singh R., Premaradhya N., & Reddy G. C. (2018). A Study on Crop Weed Competition in field crops. Journal of Pharmacognosy and Phytochemistry. 7(4) 3235-

3240.

Kurniawati, E. (2008). Perbedaan Komposisi Komunitas Gulma pada AreaPerkebunan The Rakyat dengan Kanopi Terbuka dan Kanopi Tertutupdi Daerah Pagilaran Batang. [Skripsi]. Semarang : IKIP PGRI.

Kusmiadi, R., Ona, C., & Saputra, E. (2015). Pengaruh jarak tanam dan waktu penyiangan terhadap pertumbuhan dan produksi bawang merah (Allium salonicum L.) pada lahan ultisol di kabupaten bangka. Enviagro: Jurnal Pertanian dan Lingkungan, 8(2), 63-71.

Latifa, R. Y., Maghfoer, M. D., & Widaryanto, E. (2015). Pengaruh pengendalian gulma terhadap tanaman kedelai (Glycine max (L.) Merril) pada sistem olah tanah (Doctoral dissertation, Brawijaya University).

Loleh, N. Pembengo, W. & Rahim Y. (2018). Pengaruh Jarak Tanam dan Waktu Penyiangan Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L.) JATT.7(1): 58 65.

Moenandir J. (2010). Ilmu Gulma Malang : Universitas Brawijaya Press. Malang

Napitupulu, D., & Winarto, L. (2010). Pengaruh Pemberian Pupuk N dan K Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah. Jurnal Hortikultura, 20(1), 136783.

Nasution, E. S. (2008). Pengaruh Kepekatan Ekstrak Daun Nimba Terhadap Penekanan Serangan (Alternaria porri) Pada Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.). Universitas Sumatera Utara. Medan.

Ngawit, I. K., & Fauzi, M. T. (2021). Periode Kritis Jagung Manis Berkompetisi dengan Gulma Pada Entosil Lombok Tengah. Prosiding Saintek, 3, 36- 47.

Nurjannah, U. (2003). Pengaruh dosis herbisida glifosat dan 2,4-D terhadap pergeseran gulma tanaman kedelai tanpa olah tanah. Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Indonesia 5(1): 27-33.

Padang, W. J., Purba, E., & Bayu, E. S. (2017). Periode Kritis Pengendalian Gulma Pada Tanaman jagung (Zea mays L.): Critical periode of weed control in Zea mays L. Jurnal Agroekoteknologi (Joa)- Fakultas Pertanian Usu, 5(2), 409-414.

Paiman. (2020). Gulma Tanaman Pangan. UPY Press. Yogyakarta.

Pangestuti, R., Sulistyaningsih, E., Kurniasih, B., Murti, R. H., Harper, S., & Subandiyah, S. (2023). Phenological growth stage of tropical shallot (Allium cepa L. Aggregatum group) planted from seed in lowland area based on the BBCH scale. Annals of Applied Biology, 182(2), 257-266.

Pantilu, L. I., Mantiri, F. R., Nio, S. A., & Pandiangan, D. (2012). Respons Morfologi dan Anatomi Kecambah Kacang Kedelai (Glycine max (L.) Merill) terhadap Intensitas Cahaya yang Berbeda (Morphological and Anatomical Responses of The Soybean (Glycine max (L.) Merill) Sprouts to The Different Light Intensity). Jurnal Bios Logos, 2(2). Pitojo, S. (2003). Benih Bawang Merah. Kanisius. Yogyakarta. 82 hal.

Purnama, E. (2010). Pengaruh Pemotongan Umbi Bibit dan Dosis Kompos Azolla sp. Terhadap Pertumbuhan dan Hasil tanaman Bawang Merah (Allium ascolanicum L.). [Skripsi]. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Banten.

Putra, F. P., Yudono, P., & Waluyo, D. S. (2018). Perubahan Komposisi Gulma pada Sistem Tumpangsari Padi Gogo dengan Kedelai di Lahan Pasir Pantai. Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy), 46(1), 33. https://doi.org/10.24831/jai.v46i1.17093. diakses tanggal 22 Juli 2021.

Qasem, J. R. (2005). Critical Period of Weed Competition in Onion (Allium cepa L.) in Jordan. J. Agric. Sci. 1 (1): 32-42

Rahayu, E, dan Berlian, N. V.A, (2007). Bawang Merah. Penebar Swadaya, Jakarta.

Rolenzah, I. P., (2013). Keefektivan Herbisida Pendimethalin untuk Pengendalian Gulma pada Budidaya Tanaman Bawang Merah. Departemen Agronomi dan Hortikultura. Institut Pertanian Bogor.

Sarangi, D. (2021). Identification of Grass Weeds Commonly Found in Agronomic Crops in Nebraska.

Sastroutomo, S S. (1990). Ekologi Gulma. Jakarta: Gramesia Pustaka Utama.

Sebayang, H. T., & Ulya, M. N. S. I. R. (2021). Pengaruh Pengendalian Gulma pada Jarak Tanam Berbeda terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah (Allium ascalonicum L.). Jurnal Hortikultura Indonesia, 12(3), 170-176.

Sembodo, D. R. J. (2011). Gulma dan Pengelolaannya. Penerbit Graha Ilmu. Edisi Pertama. Yogyakarta.

Setyowati, N., & Nurjanah, U. (2005). Pergeseran Gulma dan Hasil Kedelai pada Pengolahan Tanah dan Teknik Pengendalian Gulma yang Berbeda Weed Shifting and Soybean Yield on Different Soil Tillage and Weed Control.

Siregar, A. F. (2017). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Minat Petani Menanam Bawang Merah di Desa Cinta Dame Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir (Doctoral dissertation, Universitas Sumatera Utara).

Sitepu, H.B., Ginting, S., & Mariati. (2013). Respon Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Asal Biji Terhadap Pemberian Pupuk Kalium dan Jarak Tanam. J. Online Agroekoteknologi. Fakultas Pertanian. Universitas Utara. 1 (3): 711-724.

Sukman Y. & Yakup. (1995). Gulma dan Teknik Pengendaliannya. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. 157 hlm.

Sumarni, N., & Hidayat, A. (2005). Panduan Teknis Budidaya Bawang Merah. Balai Penelitian Tanaman Sayuran. Pusat Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

Suneth, R. F., Wahid, W., Van R, M., & Hidayah, I. (2020). Pengaruh Kotoran Ternak terhadap Budidaya Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) off Season di Kabupaten MBD. In Seminar Nasional Lahan Suboptimal (No. 1, pp. 867-879).

Suriani, N. (2012). Budidaya Bawang Merah.

Yogjakarta. Cahaya Atma Pustaka

Tim Bina Karya Tani. (2011). Pedoman Bertanam Bawang Merah. Yrama Widya. Bandung.

Tjitrosoedirdjo S, Utomo I H dan Wiroatmodjo J. (1984). Pengelolaan gulma di perkebunan. Jakarta: Gramedia. 210 hal.

Umiyati, U., & Widayat, D. (2017). Gulma & Pengendaliannya. Yogyakarta: Deepublish.

Umiyati, U., Kurniadie, D., & Deden, D. (2020). Efektivitas Herbisida Campuran ba: Pendimetalin 150 g/l+ Metolaklor 300 g/l+ Oksifluorfen 50 g/l untuk Mengendalikan Gulma Pada Budidaya Bawang Merah.

Violic, A.D. (2000). Integrated crop menagement. In:

R.L. Paliwal, G. Granados, H.R. Lafitte, A.D. Violic, and J.P. Marathee (Eds.). Tropical Maize Improvement and Production. FOA Plant Production and Protection Series, Food and Agriculture Organization of The United Nations. Rome, 28:237-282.

Wahyudin, A., Ruminta, R., & Nursaripah, S. A. (2017). Pertumbuhan dan hasil tanaman jagung (Zea mays L.) toleran herbisida akibat pemberian berbagai dosis herbisida kalium glifosat. Jurnal Kultivasi, 15(2), 86-91.

Wang, X., Chen, G., Du, S., Wu, H., Fu, R., & Yu, X.

(2021). Light intensity influence on growth and photosynthetic characteristics of Horsfieldia hainanensis. Frontiers in Ecology and Evolution, 9, 636804.

Wibowo, S. (2005). Budi Daya Bawang Putih, Merah dan Bombay. Jakarta: Penebar Swadaya, hal: 17- 23.

Yarinap, P. (2016). Pengaruh Penyiangan Gulma Terhadap Pertumbuhan Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.). Agroteknologi, Universitas PGRI Yogyakarta.

Yusral. (2017). Pola distribusi dan stabilitas harga komoditas cabai merah besar dan bawang merah di pasar Wonomulyo Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar. Jurnal Agrovital, 2(2).

Yusuf, E. Y., Sari, I., Marlina, M., Lestari, S., & Riono, Y. (2022). Budi Daya Bawang Merah Pada Lahan Gambut.

Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir, 8(1),

25–30.

Zimdahl, Robert L. (2007). Fundamental of Weed Science Third Edition. California: Academic Press. p. 20-21.

Zulkarnain. (2013). Budidaya Sayuran Tropis. Bumi Aksara Jakarta.

Published

2025-08-31

How to Cite

Herawati, N., Syarif, A. and Ningsih, W. (2025) “CRITICAL PERIOD OF RED ONION (Allium ascalonicum L.) VARIETY SUMBU MARAPI DUE TO COMPETITION WITH WEEDS ON GROWTH AND YIELD”, JERAMI : Indonesian Journal of Crop Science, 8(1), pp. 31–43. doi: 10.25077/jijcs.v8i1.193.

Issue

Section

Articles