RESPONSE TO GROWTH AND YIELD OF PAK CHOY WITH DIFFERENT DOSES OF ARBUSCULAR MYCORRHIZAL FUNGI

Authors

  • Netti Herawati
  • Armansyah Armansyah Universitas Andalas
  • Miftahul Jannah Universitas Andalas

DOI:

https://doi.org/10.25077/jijcs.v7i2.183

Keywords:

AMF, dosage, pakcoy, response, ultisol

Abstract

Pakcoy is a potential horticultural commodity to be cultivated because it is in demand by many Indonesians, especially for Chinese cuisine lovers. The demand for pakcoy always increases every year. However, it has not been supported by sufficient pakcoy productivity. The reasons include the decreasing area of productive land (harvest area). One of the efforts to overcome the
reduced harvest area is to expand agricultural land by utilizing marginal land such as Ultisol. Cultivation activities on Ultisol certainly require more optimal handling, including the addition of lime and inorganic fertilizers in large quantities. However, this can damage the potential of the land if done for a long time. Therefore, other alternatives are needed in handling cultivation on Ultisol,
one of which is the addition of biological agents such as AMF. For this reason, research has been conducted on the Response to Growth and Yield of Pakcoy Plants (Brassica rapa subsp. chinensis) by Giving Doses of Arbuscular Mycorrhizal Fungi. The research aims to get the best dose for the growth and yield of pakcoy plants. This study used a completely randomized design with four treatments and four replications, namely AMF doses of 0 g/plant, 5 g/plant, 10 g/plant, and 15 g/plant. Observation data were analyzed by the F test at a 5% level if the Fcount is greater than Ftable, followed by the DNMRT test at a 5% level.
The results showed that the application of AMF could improve the growth and yield of pakcoy plants. The best dose of AMF was 10 g/plant 

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] Anggraini, A. 2012. Pengaruh Mikoriza Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sorgum Manis (Sorgum bicolor L. Moench) Pada Tunggul Pertama dan Kedua. [Skripsi] Fakultas Pertanian Gadjah Mada, Yogyakarta.

[2] Asyiah, I.N., Hindersah, R., Mudakir, I., Ftriatin, B.N., dan Amaria, W. 2016. Optimalisasi Peranan Mikoriza Glomus sp. Dalam Mengendalikan Nematoda Pratylenchus coffeae (>80%) dan Meningkatkan Ketersediaan P Tanah pada Tanaman Kopi dengan Penambahan Mycorrhiza Helper Bacteria. Jember:nPenelitian KKP3N 2008.

[3] Badan Pusat Statistik dan Direktorat Jenderal Hortikultura. 2021. Luas Panen, Produksi Sayuran, Produktivitas dan Kebutuhan Sayuran di Indonesia, 2016-2020

[4] Basri, A. B., Chairunnas., & Aziz, A. 2015. Pengaruh Media Tumbuh Biochar Sekam Padi Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit. B. Palma, 16(2), 195-202

[5] Brundett, M., Bougher N, Dell B, Grove T, Malajckzuk N. 1996. Working With Mycorrizhas in Forestry and Agriculture. ACIAR Monograph 32 (374).

[6] Budi, S. W., & Saputri, T, E. 2014. Pemanfaatan Fungi Mikoriza Arbuskula (AMF) dan Arang Tempurung Kelapa Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Semai Gmelina arborea Roxb. dan Ochroma bicolor Rowlee. Di Persemaian. J. Silvikultur Trop, 5 (1), 24-32.

[7] Carling, D.E. dan E. B. M. 1982. Anatomy and Physioloycal VA mycorrhizal and non-mycorrhizal root, dalam Symposium on Mycoorhizaeand Plant Disease Research. Colombia.

[8] Danu, F. T., Husna., A. Arif., dan I. Mansur. 2012. Pupuk Hayati Mikoriza untuk Budidaya dan Rehabilitasi Wilayah Pantai. Bogor. SEAMEO BIOTROP

[9] Darmi, S., Gusni, Y., & Setiono. 2018. Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum. L) dengan Pemberian Pupuk Kandang Ayam di Ultisol. Jurnal Sains Agro , Vol 03, No 02 (2018).

[10] Delvian. 2005. Pengaruh Cendawan Mikoriza Arbuskula dan Naungan Terhadap Pertumbuhan Bibit Kayu Manis (Cinnamomum burmanii BL.). Jurnal Ilmiah Ilmu-ilmuPertanian Agrisol Vol. 4, No. 1 Juni 2005.

[11] Dwidjoseputro, D. 1994. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. 232 hal.

[12] Elzebroek, T and Wind, K. 2008. Guide to Cultivated Plants. Wallingford, United Kingdom & Cambridge, Massachusetts : CAB International.

[13] Erwin, S., Fauzi., & Razali. 2015. Karakteristik Sifat Kimia Sub Grub Tanah Ultisol di beberapa Wilayah Sumatera Utara. Jurnal Agroekotektonologi. Vol. 4. No.1, Desember 2015. (572) : 1796-1803.

[14] Fitriyah, N. 2016. Analisis Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Selada Air (Nasturtium officinale) pada Tingkat Pemberian Air yang Berbeda dan Dua Macam Bahan Tanam. Universitas Brawijaya.

[15] Fitter, A.H. dan Hay. R.K.M. 1998. Fisiologi Lingkungan Tanaman. Penerjemah Sri Andani dan E.D. Purbayanti.Yogyakarta. UGM Press.

[16] Gardner, F.P ., R.B. Pearce, dan R.L.Mitchell. 1991. Fisiologi Tanaman Budidaya. Dalam Prayoda, R.,Juhriah, Z.Hasyim dan S. Suhadiyah.2015.Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Melon Cucumis melo L. var.Action dengan Aplikasi Vermikompos Padat. Jurnal Biologi. Jurusan Biologi Fakultas MIPA. Universitas Hassanudin Makasar. Makasar.

[17] Gunawan, A.W. 1994. Mikoriza. Makalah pengajaran kursus singkat biologi fungi. Institut Pertanian Bogor. 17-26 hal.

[18] Hakim. N., M. Y. Nyakpa., A. M. Lubis., S.G. Nugroho., M.R. Saul., M. A. Diha., G. H., Hong., dan H.H. Bailey. 1986. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Universitas Lampung, 488 halaman.

[19] Hadianur, H., Syafruddin, S., & Kesumawati, E. 2016. Pengaruh Jenis Fungi Mikoriza Arbuskular Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill). Jurnal Agrista, 20(3), 126-134.

[20] Hasibuan, B.E. 2006. Pupuk dan Pemupukan. USU Press. Medan.

[21] Hendri, Martinus, Napitupulu, Marisi., dan Sujalu, Akas Pinaringan. 2015. Pengaruh Pupuk Kandang Sapi dan Hasil Tanaman Terung Ungu (Solanum melongena L.). Jurnal Agrifor. 14(2):213-220.

[22] Herawati, N., B. Satria, dan N. Kristina. 2017. Eksplorasi dan Identifikasi Fungi Mikoriza Arbuskular (AMF) Pada Rhizosfere Tanaman Bengkuang (Pachyrizus erosus (L) Mrb) di Sumatera Barat. PDUPT, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas, Padang.

[23] Hernowo, Bambang. 2011. Panduan sukses Bertanam 20 Buah dan sayur. Klaten Lia Sugiarti dan Yana Taryana. 2017. Pengaruh Pemberian Fungi Mikoriza Arbuskular Terhadap Pertumbuhan Bibit Kopi Arabika (Coffea arabica. L). Jurnal Agro. Universitas Winaya Mukti, Sumedang.

[24] Indriana, K. R. 2020. Uji Gabungan Pertumbuhan Jarak Pagar Akibat Pemberian AMF dan Sitokinin di Dua Lokasi Berbeda. Agroscience, 10(1),48-57.

[25] Lakitan, 1993. Fisiologi Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman. PT. Raja Grafindo Persero. Jakarta.

[26] Leiwakabessy, F.M., U.M. Wahjudin, dan Suwamo. 2004. Kesuburan Tanah. Jurnal Agroteknologi 5 (4): 786-798

[27] Lone, R., R. Shuab, K.A. Wani, M.A. Ganaie, A.K. Tiwari, K.K. Koul. 2015. Mycorrhizal influence of metabolites,indigestible oligosaccharides, mineral nutrion and phytocemical constituents in onion (Allium cepa L.). plant. Jurnal Hortikultura 193:55-61

[28] Mohammadi, K., Khalestro, S., Sohrabi, Y., & Heidari, G. 2011. A Review: Beneficial Effects of the Mycorrizal Fungi For Plant Growth. J. Appl. Environ. Biol. Sci, 1(9), 310-319.

[29] Muis, A., Indradewa, D., & Widada, J. 2012. Pengaruh Inokulasi Mikoriza Arbuskula terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai (Glycine max (L.) Merill) Pada Berbagai Interval Penyiraman. Jurnal Vegetalika, 2(2), 7-20.

[30] Munawar, A. 2011. Kesuburan Tanaman dan Nutrisi Tanaman. IPB Press. Bogor.

[31] Nasaruddin. 2012. Efektivitas Pemanfaatan Azotobacter chroococcum dan Fungi Mikoriza Arbuskula (Glomus sp) terhadap Pertumbuhan dan Ketersediaan Hara Tanaman Kakao [Disertasi] Program Pasca Sarjana. Universitas Hasanuddin, Makasar.

[32] Nasution, R.M., Sabrina, T., dan Fauzi. 2014. Pemanfaatan Jamur Pelarut Fosfat dan Mikoriza untuk Meningkatkan Ketersediaan dan Serapan P Tanaman Jagung Pada Tanah Alkalin. Jurnal Online Agroekoteknologi. 2(3):1003- 1010.

[33] Nihayatie, E. 1987. Anatomi Tumbuhan. dalam: Biologi Pertanian oleh Suwarno Heddy. Rajawali Pers.

[34] Nurshanti, F.D. 2009. Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sawi Caisim (Brassica juncea L.). Jurnal Agronomis, 1(1):89-90.

[35] Nusantara, Abimanyu D. 2012. Tanggap semai Sengon (Paraserianthes falcataria L. Nielsen) terhadap Inokulasi Ganda Cendawan Mikoriza Arbuskula dan Rhizobium sp. Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Indonesia, 4(2), 62-70.

[36] Prasasti D, Prihastanti E, Izzati M. 2014. Perbaikan Kesuburan Tanah Liat dan Pasir Dengan Penambahan Kompos Limbah Sagu Untuk Pertumbuhan dan Produktivitas Tanaman Pakcoy (Brassica rapa var.chinensis). Buletin Anatomi Fisiologi. 22(2):34.

[37] Prawinata, W., Harran, D., & Tjondronegoro, P. 1981. Dasar-dasar Fisiologi Tumbuhan II. Departemen Botani Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor.

[38] Putri, T., Hadisutrisno, B.,Wibowo, A., & Oktavia, A. (2016). Pengaruh Inokulasi Mikoriza Arbuskular Terhadap Pertumbuhan Bibit dan Intensitas Penyakit Bercak Daun Cengkeh. Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan, 10(2),145- 154.

[39] Rao, N. S. Subha. 1994. Mikroorganisme Tanah dan Pertumbuhan Tanaman. Edisi kedua. Jakarta: Universitas Indonesia Press.

[40] Roswita, O. 2017. Efisiensi Penggunaan Pupuk Anorganik Akibat Penggunaan Pupuk Organik Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Jagung (Zea mays) di Tanah Ultisol. Jurnal Penelitian Troppik Vol. 4. No. 2. Agustus 2017. (13): 122-129.

[41] Sarief, A. 1986. Kesuburan dan Pemupukan Tanah Pertanian. Bandung: Pustaka Buana.

[42] Salisburry, F. B. dan C. W. Ross. 1995. Fisiologi Tumbuhan, Perkembangan Tumbuhan dan Fisiologi Lingkungan.Terjemah Institut Teknologi Bandung. Bandung.

[43] Sastrahidayat, I.R. 2011. Rekayasa Pupuk Hayati Mikoriza dalam Meningkatkan Produksi Pertanian. Universitas Brawijaya Press, Malang.

[44] Sbrana, C., L. Avio, M. Giovanetti. 2014. Beneficial mycorrhizal symbionts affecting the production of health-promoting phytochemicals. Electrophoresis 35(11):1535-1546.

[45] Setiadi, Y. 2001. Peran Mikoriza Arbuskula dalam Rehabilitasi Lahan Kritis Di Indonesia. Makalah Penggunaan AMF dalam Sistem Pertanian Organik dan Rehabilitasi Lahan Kritis. Bandung

[46] Subandi dan Wijanarko. 2013. Pengaruh Teknik Pemberian Kapur Terhadap Pertumbuhan dan hasil Tanaman Kedelai pada Lahan Kering Masam. Jurnal Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi.

[47] Suhardianto, A. Dan K. M. Purnama. 2011. Penanganan Pasca Panen Caisim (Brassica rapa L.) dan Pakcoy (Brassica rapa L.) Dengan Pengaturan Suhu Rantai Dingin (Cold Chain). [Skripsi]. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Terbuka. 77 hal.

[48] Supriyanto dan F. Firdaningsih. 2010. Pemanfaatan Arang Sekam untuk Memperbaiki Semai Jabon (Anthocephalus cadamba (Roxb) Miq) pada Media Subsoil. Jurnal Silvikultur Tropika 1(1):24-28.

[49] Suryaningrum, R., Purwanto, E., & Sumiyati, S. 2016. Analisis Pertumbuhan Beberapa Varietas Kedelai pada Perbedaan Intensitas Cekaman Kekeringan. Agrosains, 18(2), 33-37

[50] Sutedjo, M. 2010. Pupuk dan Cara Pemupukan. Rineka Cipta, 170-171.

[51] Talanca, A. H. dan A. M. Adnan. 2005. Mikoriza dan Manfaatnya Pada Tanaman. Prosiding seminar ilmiah dan pertemuan tahunan PEI dan PFI XVI, ISBN:979-95025-6-7: Sulawesi Selatan.

[52] Tjondronegoro, P.D., dan A.W. Gunawan.2000. The Role of Glomus Fasciculatum and Soil Water Conditions on Growth of Soybean and Maize. Journal Mikrobiol Indonesia 5 (1):1-3.

[53] Toana, M. R. C. (2013). Ketersediaan Dan Serapan Fosfor Pada jagung Manis (Zea mays saccarata sturt) Akibat Pemberian Bokashi Seresah Jagung Dan Fungi Mikoriza Arbuskula Pada Entisol Sidera . [Skripsi]. Sulawesi Tengah. Fakultas Pertanian Universitas Tadulako. 30 hal.

[54] Yuliani dan Sari Kusuma Dewi. 2017. Pengaruh Mikoriza Vesikular Arbuskular dan Trichoderma harzianum pada Pertumbuhan Tanaman Sawi Hijau (Brassica juncea. L) di Tanah Liat dan Tanah Pasir. Jurnal Biologi, Universitas Negeri Surabaya.

Published

2025-02-28

How to Cite

Herawati, N., Armansyah, A. and Jannah, M. (2025) “RESPONSE TO GROWTH AND YIELD OF PAK CHOY WITH DIFFERENT DOSES OF ARBUSCULAR MYCORRHIZAL FUNGI”, JERAMI : Indonesian Journal of Crop Science, 7(2), pp. 49–60. doi: 10.25077/jijcs.v7i2.183.

Issue

Section

Articles