Use of Geographic Information Systems for Mapping Landslide Susceptibility in the Bangsal Sub-Watershed, Mojokerto

Authors

  • Abu Aizhar Raihan Ardhian Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur
  • Bakti Wisnu University Development National “Veteran” East Java
  • Maroeto University Development National “Veteran” East Java

DOI:

https://doi.org/10.25077/jijcs.v8i3.223

Keywords:

geographic information systeme, land cover, landslide susceptibility, rainfall, slop

Abstract

Landslides are natural phenomena that often occur in Indonesia, especially in areas with a humid tropical climate and varied topography. Mojokerto Regency is one of the areas prone to landslides, especially in the Bangsal Sub-Watershed. Landslides are triggered by a combination of factors such as high rainfall, steep slopes, unstable soil conditions, and lack of vegetation cover. This study aims to identify the main factors associated with landslide susceptibility and map the level of landslide susceptibility in the Bangsal Sub-Watershed of Mojokerto using a Geographic Information System (GIS). This study includes secondary data covering annual rainfall, soil type, geology, land cover, and slope inclination, which were analysed using ArcGIS software. The methods used were overlay, weighting, and scoring of each parameter to produce a landslide susceptibility map. The results of this study show that there are three classifications of landslide susceptibility in the Bangsal Sub-Watershed, namely moderate class with an area of 3.1 ha or 0.07%, high class with an area of 4,708.32 ha or 98.85%, and very high class with an area of 51.49 ha or 1.08%. Rainfall received the highest weight in the scoring model used in this study

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] Agustina, L.S., Fauzi, H. and Hafizianor, H. (2020) ‘Pemetaan Sosial Dan Identifikasi Pengelolaan Lahan Oleh Masyarakat Di Kawasan Hutan Lindung Liang Anggang Kalimantan Selatan’, Jurnal Sylva Scienteae, 3(2), pp. 274–285.

[2] Darwis, M.R., Uca, U. and Yusuf, M. (2021) ‘Pemetaan Zonasi Daerah Rawan Bencana Longsor Berbasis Sistem Informasi Geografi Di Das Jeneberang Kabupaten Gowa’, Jurnal Environmental Science, 3(2).

[3] David Raj, A. et al. (2024) ‘Potential of pine forest in controlling soil erosion in Himalayan region - Investigation using fallout radionuclide (137Cs) measurements’, Evolving Earth, 2, 100031. https://doi.org/10.1016/j.eve.2024.100031.

[4] Firdaus, H.S. and Sukojo, B.M. (2015) ‘Pemetaan Daerah Rawan Longsor dengan Metode Penginderaan Jauh dan Operasi Berbasis Spasial, Studi Kasus Kota Batu, Jawa Timur’, Jurnal Geosaintek, 1(1), pp. 25–34.

[5] Juarti, J. (2016) ‘Analisis Indeks Kualitas Tanah Andisol pada Berbagai Penggunaan Lahan di Desa Sumber Brantas Kota Batu’, Jurnal Pendidikan Geografi, 21(2), pp. 131–144. https://doi.org/10.17977/um017v21i22016p058.

[6] Kapitan, N., Leuwol, F.S. and Riry, R.B. (2025) ‘Analisis Tingkat Kerentanan Bahaya Longsor di Desa Hukuanakota Kecamatan Inamoso Kabupaten Seram Bagian Barat’, Jurnal Jendela Pengetahuan, 18(2), pp. 280–293.

[7] Kunu, P. and Luhukay, M. (2018) ‘Prediksi Daerah Rawan Longsor Pada Kawasan Pengembangan Jalan Nasional Pulau Sanana di Maluku Utara’, Jurnal Budidaya Pertanian, 14(1), pp. 47–54. https://doi.org/10.30598/jbdp.2018.14.1.47.

[8] Kurniawan, R. (2019) ‘Determination of landslide susceptibility level using scoring method in Pugung Area, Tanggamus’, IOP Conference Series: Materials Science and Engineering, 620(1), 012126. https://doi.org/10.1088/1757-899X/620/1/012126.

[9] Kurniawati, D., Meviana, I. and Setyowati, N.L. (2022) ‘Identifikasi Karakteristik dan Faktor Pengaruh pada Bencana Longsor Lahan di Kecamatan Dau’, Jurnal Swarnabhumi: Jurnal Geografi dan Pembelajaran Geografi, 7(2), pp. 142–149. https://doi.org/10.31851/swarnabhumi.v7i2.7686.

[10] Mulyasari, R. et al. (2023) ‘Analisis Daerah Rawan Bencana Longsor Menggunakan SIG di Kecamatan Tabulahan, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat’, OPHIOLITE: Jurnal Geologi Terapan, 5(2), pp. 44–51. https://doi.org/10.56099/ophi.v5i2.p44-51.

[11] Nursia, N., Boceng, A. and Ibrahim, B. (2023) ‘Identifikasi Daerah Rawan Longsor Dengan Menggunakan Sistem Informasi Geografis Di Kecamatan Angkona Kabupaten Luwu Timur’, AGrotekMAS Jurnal Indonesia: Jurnal Ilmu Pertanian, 4(1), pp. 72–86. https://doi.org/10.33096/agrotekmas.v4i1.314.

[12] Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanah dan Agroklimat (Puslittanak) (2004) Laporan Akhir Pengkajian Potensi Bencana Kekeringan, Banjir dan Longsor di Kawasan Satuan Wilayah Sungai Citarum-Ciliwung, Jawa Barat Bagian Barat Berbasis Sistem Informasi Geografi. Bogor.

[13] Rahmawan, A.Z. (2015) ‘Potensi Bahaya Longsorlahan (Landslide) Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto’, Swara Bhumi, 2(2), pp. 105–115.

[14] Rubarkah, R., Muhardi and Perdhana, R. (2024) ‘Pemetaan Daerah Rawan Longsor di Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat’, Geo-Image Journal, 13(2), pp. 72–81.

[15] Safitry, K.N., Amaru, K. and Dwiratna, S. (2023) ‘Analisis Limpasan Permukaan (Runoff) Aktual pada Pertanian Lahan Kering di Sub DAS Cikeruh-Citarik’, Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan, 15(2), pp. 159–165. https://doi.org/10.33005/envirotek.v15i2.266.

[16] Saputra, R.T., Utami, S.R. and Agustina, C. (2022) ‘Hubungan Kemiringan Lereng Dan Persentase Batuan Permukaan Terhadap Longsor Berdasarkan Hasil Simulasi’, Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan, 9(2), pp. 339–346.

[17] Sulomo, I.J., Sobriyah and Soeprapto, M. (2015) ‘Rehabilitasi Bendung Sinoman di Kali Brangkal untuk Mengatasi Banjir di Desa Sooko, Kota Mojokerto’, Jurnal Teknik Sipil, 3(1).

[18] Suprapto, Nurmasari, R. and Rosyida, A. (2017) ‘Analisis Penyebab Tanah Longsor di Kabupaten Ponorogo (Studi: Dusun Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung)’, Jurnal Dialog Penanggulangan Bencana, 8(2), pp. 112–119.

[19] Susanti, P.D. (Pranatasari) and Miardini, A. (Arina) (2019) ‘Identifikasi Karakteristik dan Faktor Pengaruh pada Berbagai Tipe Longsor’, Agritech: Jurnal Fakultas Teknologi Pertanian UGM, 39(2), pp. 97–107.

[20] Taufik, M., Kurniawan, A. and Putri, A.R. (2016) ‘Identifikasi Daerah Rawan Tanah Longsor Menggunakan SIG (Sistem Informasi Geografis) (Studi Kasus: Kabupaten Kediri)’, Jurnal Teknik ITS, 5(2), pp. C78–C82. https://doi.org/10.12962/j23373539.v5i2.17237.

[21] Thamsi, A.B. et al. (2019) ‘Penerapan Sistem Informasi Geografis Untuk Mengidentifikasi Tingkat Bahaya Longsor Di Kec. Sabbang, Kab. Luwu Utara, Prov. Sulawesi Selatan’, Jurnal Geomine, 7(1), pp. 45–55. https://doi.org/10.33536/jg.v7i1.340.

[22] Yassar, M.F. et al. (2020) ‘Penerapan Weighted Overlay Pada Pemetaan Tingkat Probabilitas Zona Rawan Longsor di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat’, Jurnal Geosains dan Remote Sensing, 1(1), pp. 1–10. https://doi.org/10.23960/jgrs.2020.v1i1.13.

[23] Yufahri, M.O. and Widjajanti, R. (2022) ‘Kajian Lahan Terbangun pada Kawasan Rawan Bencana Longsor di Kecamatan Tembalang, Kota Semarang’, Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota), 11(3), pp. 224–237. https://doi.org/10.14710/tpwk.2022.31334.

Published

2026-04-30

How to Cite

Abu Aizhar Raihan Ardhian, Widjajani, B. W. and Maroeto (2026) “Use of Geographic Information Systems for Mapping Landslide Susceptibility in the Bangsal Sub-Watershed, Mojokerto”, JERAMI : Indonesian Journal of Crop Science, 8(3), pp. 142–147. doi: 10.25077/jijcs.v8i3.223.

Issue

Section

Articles