PROLIFIC CORN TEST UNIFORMITY TEST (COB TWO)

  • Maulidya Fachra Nisa Yusri Andalas University
Keywords: diversity, genotype, maize, population, prolific

Abstract

One of the efforts that can be done is to increase the national corn productivity by developing prolific composite corn varieties. This is done because prolific corn is a type of corn with a tendency to produce two or more cobs, so that it can increase the value of corn production. The purpose of this study was to obtain prolific corn candidates (two cobs) with high yield and uniformity. This research was conducted using the mass selection method. Mass selection is done by selecting plants that have the desired character, namely prolific corn (cob two). The observed variables were the diversity in the F4 population, the percentage of prolific maize, and the comparison of the yield components of prolific maize with non-prolific maize. This study succeeded in obtaining 50% prolific corn on the cob and has wide diversity criteria. Of the 561 prolific corn plants, there are 91 corn plants that are classified as productive prolific. Prolific maize has a higher yield component than non-Prolific maize. Seed weight with cobs on productive prolific corn reached 318 g and seed weight reached 268 g.

References

Abdullah, S., N. Hasan., Hardiyanto., dan R. Wulandari. 2015. Inovasi Teknologi Spesifik Lokasi Mendukung Peningkatan Produksi Jagung di Sumatera Barat. Jakarta Selatan: IAARD Press. 22 hal.
Amar, K. dan Zakaria. 2011. Kebijakan Antisipatif dan Strategi Penggalangan Petani Menuju Swasembada Jagung Nasional. Jurnal Analisis Kebijakan Pertanian 9(3): 261–274.
[Balitklimat] Balai Klimatologi. 2021. Derajat Hari Pertumbuhan. Info Agroklimat dan Hidrologi Vol. 16 No. 1, https://balitklimat.litbang.pertanian.go.id/. [Diakses 21 Maret 2022].
[BBPP Lembang] Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang. 2014. Menghitung Produksi Jagung. http://www.bbpp-lembang.info/ [Diakses 30 Mei 2021].
[BPS] Badan Pusat Statistik. 2021. Hasil Sensus Penduduk 2020. Berita Resmi Statistik No. 07/01/Th.XXIV. https://www.bps.go.id/. [Diakses 29 Mei 2021].
Dinata, A., Sudiarso., dan H. T. Sebayang. 2017. Pengaruh Waktu dan Metode Pengendalian Gulma Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung (Zea mays L.). Jurnal Produksi Tanaman 5(2): 191–197.
[Ditjen PKH Kementan] Direktorat Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian. 2019. Kementan Tegaskan Produksi Jagung Mencukupi Kebutuhan Pakan. https://ditjenpkh.pertanian.go.id/. [Diakses 18 Agustus 2021].
Elfiani. 2015. Efektifitas Metode Seleksi Massa Pada Populasi Bersari Bebas Jagung Manis. Jurnal Dinamika Pertanian 30(3): 209–214.
[FAO] Food and Agriculture Organization. 2020. Produksi Jagung Dunia. https://www.fao.org/. [Diakses 25 Juni 2021].
Hutasoit, R. I., M. Chozin., dan N. Setyowati. 2020. Pertumbuhan dan Hasil Delapan Genotipe Jagung Manis yang Dibudidayakan Secara Organik di Lahan Rawa Lebak. Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Indonesia 22(1): 45-51.
Iriany, R. N., M. Yasin., dan A. Takdir. 2007. Asal, Sejarah, Evolusi, dan Taksonomi Tanaman Jagung. Dalam: Jagung, Teknik Produksi dan Pengembangan. Maros: Balai Penelitian Tanaman Serealia. 500 hal.
Khadijah, Nurdini. 2020. Penyusunan Deskripsi dan Petunjuk Teknis Pendaftaran Varietas Tanaman Pangan Komoditas Jagung. Dalam: Webinar Pendaftaran Varietas Tanaman, 13 Juli 2020. Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian.
Kasryno, F., E. Pasandaran dan A. M. Fagi 2008. Ekonomi Jagung Indonesia. Jakarta: Badan Penelitan dan Pengembangan Pertanian. Deptan. 37–72 hal.
Kementerian Perdagangan (Kemendag). 2016. Profil Jagung. https://ews.kemendag.go.id/. [Diakses 10 Agustus 2021].
Kementerian Pertanian (Kementan). 2020. Outlook Jagung Komunitas Pertanian Subsektor Tanaman Pangan. Jakarta: Kementerian Pertanian. 68 hal.
Manrapi, A. 2018. Petunjuk Teknis Produksi Benih Sumber Jagung Komposit (Bersari Bebas). http://sultra.litbang.pertanian.go.id/ [Diakses 25 Juni 2021].
Mejaya, M. J., M. Azrai dan R. N. Iriany. 2007. Pembentukan Varietas Unggul Bersari Bebas. Dalam: Jagung, Teknik Produksi dan Pengembangan. Maros: Balai Penelitian Tanaman Serealia. 500 hal.
Pelu, A., J. M. Tupan dan D. B. Pailin. 2016. Optimasi Penentuan Campuran Pakan Ayam Ras Petelur dengan Menggunakan Metode Goal Programming Pada Peternakan Bhumyamca Unggas. Jurnal ARIKA 10(2): 97–104.
Pradnyawathi, N. L.M. 2007. Evaluasi Galur Jagung SMB-5 Hasil Seleksi Massa Varietas Lokal Bali “Berte” Pada Daerah Kering. Jurnal Bumi Lestari 12(1): 106–115.
Riwandi., M. Handajanigsih., dan Hasanudin. 2014. Teknik Budidaya Jagung dengan Sistem Organik di Lahan Marjinal. Bengkulu: UNIB Press. 56 hal.
Herlinda, G., S. Soenarsih., dan S. Syafi. 2018. Keragaman dan Heritabilitas Genotipe Jagung Merah (Zea mays L.) Lokal. Techno: Jurnal Penelitian 07(2): 191 – 199.
Sain, A. 2016. Keragaman Genetik Empat Varietas Jagung (Zea mays L.) Bersari
Bebas Menggunakan Marka SSRs (Simple Sequence Repeats). [Skripsi] . Makassar. Fakultas Sains dan Teknologi UIN Alauddin.
Setyadji, M. 2007. Hidrolisis Pentosa Menjadi Furfural dengan Katalisator Asam Sulfat Untuk Meningkatkan Kualitas Bahan Bakar Mesin Diesel. Dalam: Prosiding PPI–PDIPTN 2007; Yogyakarta, 10 Juli 2007. Pustek Akselerator dan Proses Bahan–BATAN. Hal 159–165.
Sihotang, A. H. 2018. Penampilan Karakter Agronomis Beberapa Hasil Persilanagan (F1) Jagung (Zea mays L.) Pada Tanah Salin. [Skripsi]. Medan. Universitas Sumatera Utara.
Suliansyah, I., Yusniwati., dan F. Ekawati. 2018. Perakitan Jagung Komposit (Bersari Bebas) Untuk Wilayah Agroklimat Sumatera Barat (Evaluasi dan Seleksi Populasi F1). Laporan Akhir Hibah Riset Program Pascasarjana, Universitas Andalas.
Syafruddin dan S. Senong. 2007. Petunjuk Penggunaan Bagan Warna Daun (BWD) Pada Tanaman Jagung. https://balitsereal.litbang.pertanian.go.id/. [Diakses 12 Juli 2021].
Wangiyana, I. W., I. G. E. Gunartha., dan N. Farida. 2018. Respon Beberapa Varietas Jagung Pada Jarak Tanam Berbeda Terhadap Penyisipan Beberapa Baris Kacang Tanah. Crop Agro 12(2): 104–112.
Warisno. 2009. Jagung Hibrida. Yogyakarta: Kanisius. 110 hal.
Wardani, A. K. 2009. Pengujian Pertumbuhan dan Potensi Hasil Beberapa Genotipe Jagung Hibrida (Zea mays L.) Di Desa Keprabon, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten. [Skripsi]. Surakarta. Fakultas Pertanian. Universita Sebelas Maret.
Wati, H. D., I. Ekawati dan P. Ratna. 2020. Seleksi Massa Dalam Upaya Peningkatan Produktivitas Jagung Lokal Varietas Guluk-Guluk. Cemara 17(2): 75–81.
Yudiwanti, S. G. Budiarti., dan Wakhyono. Potensi Jagung Varietas Lokal Sebagai Jagung Semi. Dalam: Prosiding Seminar Nasional Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman; Bogor, 1–2 Agustus 2006. Bogor. Departemen Agronomi dan Hortikultura Faperta IPB. Hal 376–379.
Syafruddin, Nurhayati, dan Ratnawati., 2012. Pengaruh Jenis Pupuk Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Beberapa Varietas Jagung Manis.Jurnal Floratek7:107 - 114.
Vargas, M., J. Crossa, K. Sayre, M. Reynolds, M. E. Ramirez, and M.Talbot.2004Interpreting genotype x environment interaction in Wheat by partial least squareregression. Crop Sci. 38 (3):379-689.
Published
2022-08-31
How to Cite
Yusri, M. (2022) “PROLIFIC CORN TEST UNIFORMITY TEST (COB TWO)”, JERAMI Indonesian Journal of Crop Science, 5(1). Available at: http://jerami.faperta.unand.ac.id/index.php/Jerami-JIJCS/article/view/122 (Accessed: 6October2022).
Section
Articles